Begini lah rasanya jatuh cinta, penuh suka dan duka
Dulu saat aku masih
bersama dia, rasa kemarahanku dan rasa cemburuku selalu terkalahkan
dengan rasa cintaku untuk dia. Aku tak mau menjadi wanita egois yang
selalu mementingkan rasa cemburuku ini. Setiap kali dia bercerita
tentang mantan pacarnya, ketika dia bercerita tentang wanita lain
entah mengapa aku hanya dapat meneteskan air mata dan aku masih
setia mendengarkan ceritanya itu. Terkadang aku pun memberikan
nasihat untuknya disaat dia mempunyai masalah dengan wanita itu.
Dia selalu memberiku
kata-kata yang begitu manis sehingga membuatku semakin mencintainya,
dia berjanji bahwa suatu saat nanti dia akan memberikan rasa cintanya
yang tulus seutuhnya hanya untuk aku. Pesan yang dia kirimkan untuk
ku sejak kita pertama kali kenal hingga saat ini masih tersimpan rapi
dalam handphone ku.
Entah mengapa saat itu aku
dapat bertahan melawan rasa sakit yang dia torehkan dihatiku. Aku
selalu tegar menghadapi dia, sosok yang menurutku begitu egois.
Ketika dia jatuh sakit,
aku tak henti-hentinya menangis memohon kepada Tuhan agar dapat
memberikan kesembuhan untuknya, memberikan panjang umur untuk
dirinya. Aku tak pernah bosan memberikan semangat untuk dia. Setiap
saat hanya dia yang ada dalam fikiranku. Karena aku takut jika aku
harus kehilangannya.
Tapi kini apa yang terjadi
? Dia yang dulu sudah pergi jauh dari ku. Apa yang telah membuatnya
seperti ini ? Sebelum kita menjalin hubungan ini kita sudah sepakat
untuk saling menerima kekuranagan masing-masing. Tapi apa yang aku
lakukan selalu saja salah baginya, dia tidak bisa menerima segala
kekurangan ku. Aku sadari aku sedikit berbeda dengan wanita lain pada
umumnya, tetapi perasaan ku sama halnya dengan mereka. Aku punya cara
tersendiri ketika aku menjalin sebuah hubungan. Jangan samakan aku
dengan wanita yang kamu cintai dahulu ataupun wanita yang lain.
Karena inilah aku, wanita sederhana yang mempunyai segala kekurangan.


0 komentar:
Posting Komentar